Menyongsong Era ke-3 Perkembangan Teknologi Informasi

 Perkembangan Teknologi Informasi


Alvin Tovler membagi perkembangan peradaban manusia menjadi 3 gelombang, yaitu Gelombang Pertama adalah masyarakat agraris (pertanian) ( 8000 SM – 1700 M), Gelombang Kedua adalah masyarakat industri ( 1700 M – 1970 M ), dan Gelombang ketiga adalah masyarakat Informasi ( 1970 M – 2000 M ). Gelombang ketiga masih terus berkembang baik teknologi yang berupa fisik seperti handphone, komputer maupun software, yang berupa berbagai apalikasiyang menyertai produk fisik ataupun yang berdiri sendiri seperti internet dan sebagainya. Sampai sejauh ini teknologi-teknologi informasi tersebut diperoduksi secara masif.Sehingga menjadikan harganya lebih murah dengan teknologi yang semakin baik. Bahkan tidak jarang dilihat anak-anak SD sudah memegang handphone dengan berbagi fungsinya. Sehingga mau tidak mau harus berubah menuju transfrmasi digital dikarenakan hampir tidak ada fungsi-fungsi kehidupan yang tidak tersentuh teknologi.

Sebagai gambaran Kompas merilis informasi pada tanggal 5 April 2018 dengan mengambil data dari IDC. Lembaga riset pasar IDC merilis laporan Quarterly Mobile Phone Tracker untuk kuartal IV 2017 dan tahun 2017 secara keseluruhan. Angka pengiriman smartphone di Indonesia tercatat mencapai 7,8 juta unit sepanjang periode tersebut, dengan total pengiriman tahunan sebanyak 30,4 juta unit pada 2017. (https://tekno.kompas.com/read/2018/04/05/12123227/5-vendor-smartphone-terbesar-di-indonesia).

IDC membagi paltform perkembangan teknologi dimulai pada tahun 2007 yang disebut era ekperimen, kemudian tahun 2015 yang disebut dengan era inovasi teknologi dan terakir tahun 2022 yang disebut dengan era otomatisasi teknologi. Tren-tren ini yang harus dihadapi dan dipersiapkan oleh siapapun yang bergerak diberbagi bidang baik sebagai end user atau sebagai developer.

Era inovasi ditandai dengan Perubahan Cepat. Kemajuan teknologi dikombinasikan dan digabungkan untuk menciptakan nilai baru pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada sebelumnya semuanya menjadi lebih praktis dan efisien serta memiliki akurasi yang tinggi.

Kedepan teknologi akan didukung oleh 4 (empat) pilar yaitu Mobility, Big data, Cloud dan Social. Keempat pilar teknologi ini penting, karena merupakan elemen mendasar dalam perusahaan digital untuk dapat beradaptasi dengan ekonomi baru, yang berfokus pada Transformasi Digital.

Perangkat mobile saat ini mengalami evolusi teknologi yang sangat cepat baik dari sisi prosesor, aplikasi dan kemapun-kemampuan lainnya. Hal ini tidak mengherankan jika kemudian berkembang aplikasi-aplikasi berbasis mobile yang tidak hanya berkaitan dengan keilmuan tetapi sudah merambah pada aplikasi-aplikasi berbasis bisnis sepert bukalapak, tokopedia, gojek, grab online dan lain-lainnya. Perkembangan ini pada akhirnya akan menjadi transformasi baru dalam bisnis dan ekonomi.

Tren-tren ini yang harus dicermati dengan seksama oleh pelaku-pelaku bisnis kedepan, tidak heranjika kemudian banyak pusat-pusat bisnis seperti mall yang pada akhirnya gulung tikar karena tidak mencermati persaingan bisnis dan marketnya dengan memanfaatkan teknologi. Kondisi inipun akan dialami oleh bidang pendidikan dan yang lainnya. Sehingga perkembangan yang sangat cepat ini harus dapat diantisipasi untuk mampu bertahan dan bersaing.

Apalagi dalam perkembangan kedepan yang mengarah pada otomatisasi, maka efisiensi, efektifitas, akurasi menjadi pertaruangan yang sangat fundamental dalam berbagai persaingan. Kondisi ini yang harus segera disadari untuk mempersiapkan diri dalam pertarungan lokal dan global dimasa mendatang.
Oleh :Fajar Junaedi EP

Komentar (0)

Post a Comment